UGM-BRIN Kolaborasi Riset Nuklir untuk Kendalikan Lalat Buah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi riset pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengendalian lalat buah yang dikenal sebagai hama utama hortikultura. Kolaborasi ini akan fokus pada peningkatan daya saing komoditas hortikultura lokal, terutama salak pondoh sebagai ikon Yogyakarta.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Serangan lalat buah menjadi hambatan serius dalam ekspor buah Indonesia," kata Ketua Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman Faperta UGM Suputa dalam keterangannya di Yogyakarta, Ahad, 24 Agustus 2025, seperti dilansir Antara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Suputa menyebutkan salah satu kasus pada 2016 saat salak yang diekspor ke Australia dimusnahkan karena ditemukan belatung lalat buah. Sejak saat itu Australia tidak lagi menerima ekspor salak dari DIY.
Menurut Suputa, dengan dukungan teknologi nuklir, telur maupun larva lalat buah di dalam salak dapat dimatikan. "Kita harapkan produk buah kita diterima negara mitra dagang," terang Suputa. Harapan terbesar dari kolaborasi ini adalah membantu meningkatnya devisa negara melalui sektor ekspor sekaligus menjaga keberlangsungan buah lokal.
Menurut Suputa, kolaborasi riset ini menjadi langkah awal yang produktif untuk membangun sinergi riset, khususnya dalam penerapan fitosanitari dan Teknik Serangga Mandul (TSM) berbasis teknologi nuklir untuk peningkatan keamanan pangan.
Murni Indarwatmi dari BRIN menyampaikan bahwa peluang pemanfaatan teknologi nuklir di sektor perlindungan tanaman sangat besar, terutama dalam proses pascapanen untuk memenuhi standar ekspor. "Pemanfaatan iradiasi khususnya untuk buah-buahan adalah untuk perlakuan fitosanitari. Dengan iradiasi, radiasi bisa menembus hingga ke dalam buah dan membunuh telur maupun larva hama lalat buah yang tersembunyi," tuturnya.
Murni mengakui masih ada tantangan berupa persepsi masyarakat terkait nuklir yang kerap diasosiasikan dengan bom atau kecelakaan reaktor. "Sebenarnya iradiasi ini tidak ada bahan radioaktif yang menempel sama sekali di produk. Dosisnya kecil dan aman, yang justru memastikan buah yang diekspor bebas dari hama," ujarnya.
Pilihan Editor: Penelitian Juliana atas Tanaman Obat Tradisional Orang Rimba
Sumber: https://tekno.tempo.co/read/2042693/ugm-brin-kolaborasi-riset-nuklir-untuk-kendalikan-lalat-buah


0 Komentar