Jakarta – Presenter sekaligus artis Uya Kuya akhirnya angkat bicara setelah videonya berjoget di depan Gedung DPR RI viral dan menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, terutama kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan aksinya.
Uya menjelaskan bahwa joget tersebut awalnya hanya untuk mencairkan suasana di tengah kericuhan demo yang terjadi. Namun, ia mengaku tidak menyangka bahwa aksinya justru dianggap tidak pantas dan melukai perasaan banyak orang, apalagi di tengah suasana duka usai insiden yang menewaskan seorang driver ojol, Affan Kurniawan.
“Saya pribadi minta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada niat untuk menyinggung atau meremehkan situasi. Saya hanya spontan mencoba menenangkan massa, tapi saya salah langkah,” ujar Uya Kuya dalam klarifikasinya.
Reaksi Publik
Aksi joget Uya sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang menilai tindakannya tidak pantas, mengingat saat itu masyarakat sedang berduka dan menuntut keadilan untuk korban.
“Ini bukan waktunya untuk bercanda atau joget-joget. Seharusnya sebagai publik figur bisa memberi contoh yang lebih baik,” tulis seorang netizen.
Kritik dari Rekan Selebriti
Sejumlah rekan artis pun ikut menyoroti aksi Uya. Komedian Kiky Saputri misalnya, menyindir bahwa anggota dewan saja sudah dianggap tidak sensitif dengan memilih WFH di tengah demo, apalagi seorang artis ikut berjoget di lokasi.
“Kita harusnya berdiri bersama rakyat, bukan bikin heboh dengan hal yang salah tempat,” kata Kiky.
Dukungan dari Fans
Meski banyak kritik, tidak sedikit pula fans Uya yang memberikan pembelaan. Mereka menilai bahwa aksi joget tersebut tidak sepenuhnya salah dan bisa dimaknai sebagai cara berbeda untuk mencairkan suasana tegang.
“Bang Uya orangnya emang suka bercanda, jangan langsung disalahin. Dia cuma pengin situasi adem,” komentar salah satu penggemar di Instagram.
Ada juga yang menilai bahwa publik sebaiknya memberikan kesempatan kepada Uya untuk memperbaiki diri setelah meminta maaf.
“Semua orang bisa khilaf. Yang penting dia udah sadar dan minta maaf. Jangan dihujat terus,” tulis netizen lainnya.
Langkah Selanjutnya
Uya berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama saat menghadapi momen-momen sensitif yang menyangkut kepentingan banyak orang. Ia juga berharap publik bisa memaafkan kekhilafannya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan publik figur, sekecil apapun, dapat berdampak luas dan menimbulkan persepsi negatif jika dilakukan di waktu yang tidak tepat.

0 Komentar