Jakarta – Kediaman Eko Patrio dan Uya Kuya sempat digeruduk dan dijarah massa saat gelombang kemarahan publik memuncak. Momen ini tak hanya memicu kecaman sosial, tapi juga membuka sorotan publik terhadap kekayaan keduanya yang dilaporkan secara resmi dalam LHKPN kepada KPK.

Kekayaan Eko Patrio

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 2 September 2024, Eko Patrio memiliki kekayaan bersih Rp 131,52 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp 51,47 miliar :contentReference[oaicite:1]{index=1}.

Aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp 166,03 miliar. Di antaranya adalah properti di Jakarta Selatan senilai Rp 70 miliar, empat aset di Jakarta Timur sebesar Rp 52 miliar, dan properti lain di Bogor hingga Nganjuk. Ia juga memiliki koleksi kendaraan senilai hampir Rp 6 miliar, kas dan setara kas sekitar Rp 8,44 miliar, serta harta bergerak Rp 1,21 miliar :contentReference[oaicite:2]{index=2}.

Kekayaan Uya Kuya

Sementara menurut LHKPN per 28 September 2025, total kekayaan bersih Uya Kuya sebesar Rp 75,59 miliar setelah dikurangi utang Rp 1,17 miliar :contentReference[oaicite:3]{index=3}.

Aset yang dilaporkan mencakup tanah dan bangunan senilai Rp 51,5 miliar—termasuk properti di AS senilai sekitar Rp 15 miliar, lima properti di Jakarta Timur Rp 21 miliar, dan tiga properti di Jakarta Selatan Rp 15,5 miliar. Ia juga memiliki delapan mobil senilai hampir Rp 4,31 miliar, kas setara kas sebesar Rp 15,28 miliar, serta harta bergerak lainnya Rp 2,86 miliar :contentReference[oaicite:4]{index=4}.

Respon Publik

Meski harta miliaran rupiah bukan hal tabu bagi publik figur, situasi digeruduknya rumah di tengah gelombang demonstrasi membuat masyarakat mempertanyakan sensitivitas figur publik terhadap situasi rakyat. Kekayaan mereka ikut menjadi titik sorotan selain sikap politik yang dianggap tidak peka.

Data LHKPN ini menunjukkan pentingnya transparansi pejabat publik, apalagi ketika sentimen publik tengah memanas. Wajar jika publik berharap agar figur dengan aset besar juga punya empati yang tulus terhadap rakyat.