Jakarta — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan permintaan maaf kepada publik usai kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah massa. Ia mengajak semua pihak menjaga demokrasi yang sehat, menghindari tindakan perusakan dan kekerasan. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Pernyataan Sri Mulyani
Dalam pernyataannya, Sri Mulyani menegaskan perlunya “demokrasi yang beradab, tanpa merusak, membakar, menjarah, memfitnah, serta menebar kebencian”. Ia juga berkata, “Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia.” :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Kondisi Pasca-Insiden
Usai kejadian pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025, pemberitaan dan tayangan lapangan menunjukkan rumah Sri Mulyani dijaga aparat, sementara sejumlah barang dilaporkan raib. Situasi berangsur kondusif di pagi hari. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Seruan Menjaga Ruang Demokrasi
Sri Mulyani mengajak masyarakat menyalurkan aspirasi melalui cara-cara konstitusional, bukan aksi anarki yang merugikan. Ia menekankan pentingnya etika politik dan solidaritas untuk membangun Indonesia bersama. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Peristiwa ini menambah sorotan pada pentingnya pengamanan ruang publik dan penegakan hukum, sekaligus mengingatkan bahwa demokrasi menuntut kedewasaan semua pihak.

0 Komentar