Jakarta – Penyanyi Pinkan Mambo kembali menjadi sorotan publik. Setelah membuka usaha kuliner dengan menjual peyek seharga Rp150 ribu per toples, ia menuai kritik pedas karena tekstur peyek dianggap terlalu keras dan sulit digigit. Tak butuh waktu lama, Pinkan pun sigap mengubah resepnya. Bagaimana ceritanya? Berikut ulasan lengkapnya.
Kritik Pedas Netizen Soal Peyek Rp150 Ribu
Pinkan Mambo sempat viral di media sosial setelah memperkenalkan produk kuliner barunya berupa peyek premium. Harganya yang mencapai Rp150 ribu per toples langsung menuai kontroversi. Bukan hanya soal harga, tetapi juga tekstur peyek yang dianggap terlalu keras oleh pembeli.
Banyak warganet yang membandingkan harga tersebut dengan peyek pada umumnya yang dijual dengan harga lebih terjangkau. Bahkan, beberapa komentar menyebut bahwa dengan harga sebesar itu, konsumen berharap mendapatkan tekstur renyah dan rasa yang enak.
“Harga mahal boleh, tapi jangan bikin gigi copot,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Respons Pinkan Mambo
Menanggapi kritik tersebut, Pinkan tidak marah atau defensif. Sebaliknya, ia memilih untuk menerima masukan dan berjanji akan memperbaiki resep peyeknya agar lebih sesuai dengan harapan konsumen.
Kenapa Peyek Pinkan Mahal?
Sebelum mengubah resep, Pinkan menjelaskan alasan mengapa harga peyeknya mencapai Rp150 ribu. Ia mengklaim bahwa peyek buatannya menggunakan bahan-bahan premium, seperti kacang tanah berkualitas, bumbu rempah asli, dan minyak yang diganti setiap kali menggoreng. Selain itu, proses pengolahan dilakukan dengan standar kebersihan tinggi.
Faktor Penentu Harga Peyek Pinkan
- Bahan Premium: Menggunakan kacang tanah pilihan dan rempah asli.
- Proses Higienis: Memastikan kebersihan dapur dan peralatan masak.
- Branding Artis: Produk kuliner artis biasanya memiliki nilai tambah karena popularitas pemiliknya.
Perubahan Resep: Langkah Sigap Pinkan Mambo
Setelah menerima masukan dari pelanggan dan netizen, Pinkan mengumumkan bahwa ia akan mengubah resep peyek agar teksturnya lebih renyah dan tidak terlalu keras. Ia juga mengaku sudah berkonsultasi dengan beberapa ahli kuliner untuk menciptakan peyek premium yang sesuai ekspektasi.
Apa yang Berubah dalam Resep?
- Teknik Menggoreng: Mengatur suhu minyak agar tidak terlalu panas sehingga peyek matang merata.
- Kandungan Tepung: Menambahkan sedikit tepung beras agar peyek lebih renyah.
- Komposisi Bumbu: Menyesuaikan bumbu agar rasa lebih gurih dan tidak terlalu tebal.
Kronologi Lengkap Kontroversi Peyek Pinkan
| Tanggal | Kejadian |
|---|---|
| 1 September 2025 | Pinkan Mambo memperkenalkan produk peyek premium seharga Rp150 ribu. |
| 3 September 2025 | Netizen mulai mengkritik tekstur peyek yang keras. |
| 5 September 2025 | Pinkan memberikan klarifikasi dan janji perbaikan resep. |
| 7 September 2025 | Pinkan umumkan uji coba resep baru agar lebih renyah. |
Reaksi Netizen Setelah Pinkan Ubah Resep
Setelah Pinkan mengumumkan perubahan resep, banyak netizen yang memberikan apresiasi atas langkah cepatnya. Beberapa bahkan mengaku siap mencoba kembali produk peyek Pinkan jika teksturnya sudah lebih baik.
“Salut sama Pinkan, mau terima kritik dan langsung perbaiki,” tulis seorang pengguna Instagram.
Tantangan Bisnis Kuliner Artis
Kasus ini mengingatkan bahwa bisnis kuliner artis tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga kualitas produk. Banyak artis yang gagal mempertahankan bisnisnya karena mengabaikan kritik pelanggan. Langkah Pinkan Mambo yang mau memperbaiki produk bisa menjadi contoh positif.
Kesimpulan
Kontroversi peyek Pinkan Mambo membuktikan bahwa respons terhadap kritik sangat penting dalam bisnis kuliner. Dengan perubahan resep yang lebih baik, Pinkan berharap produk peyek premiumnya bisa diterima masyarakat. Apakah strategi ini berhasil? Waktu yang akan menjawab.
Bagaimana menurut kamu? Apakah harga Rp150 ribu untuk peyek masih masuk akal jika kualitasnya premium? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

0 Komentar